Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Monumen Kapal Lampulo, Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami Aceh

Bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 menjadi salah satu peristiwa paling mengerikan dalam sejarah Indonesia.  ACEH - Dua dekade berlalu, kengerian itu masih membekas dalam ingatan masyarakat, khususnya di Banda Aceh. Salah satu saksi bisu dari tragedi tersebut yaitu Kapal Nelayan Lampulo, yang kini menjadi monumen sekaligus objek wisata edukasi untuk mengenang dahsyatnya bencana alam ini. Tsunami Aceh terjadi pada pukul 07.50 WIB, dipicu gempa berkekuatan 9,3 skala Richter (SR) yang berpusat sekitar 157 kilometer barat Kota Meulaboh. Gelombang tsunami yang mencapai tinggi hingga 30 meter menerjang daratan dengan kecepatan hingga 800 kilometer per jam, menyebabkan kerusakan besar dan kehilangan ribuan nyawa. Di tengah kehancuran tersebut, sebuah kapal nelayan yang dikenal sebagai Kapal Lampulo menjadi simbol keberanian dan penyelamatan. Kapal kayu berbobot 65 ton ini terdampar di atap rumah seorang warga di Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, membawa kisah…

Kisah si Mukarramah

Dahulu, hiduplah sepasang suami istri yang tidak memiliki keturunan. Sang Istri bernama Mukarramah, merupakan seorang yang penyabar serta tidak banyak membantah akan suaminya. Sedangkan sang suami adalah seorang pengangguran, penjudi, sering mabuk dan memiliki kebiasaan main perempuan. Istilahnya sudah paket komplit dalam hal keburukan. Bertahun-tahun menjalani rumah tangga dengan keadaan yang demikian, Mukarramah sebagai sorang istri terhitung hanya sekali melakukan bantahan/durhaka kepada sang suami yang notabennya adalah seorang pemabuk, penjudi dan sebagainya tadi. Seiring waktu berganti, bersama masa yang juga berlalu, setelah bertahun-tahun menjalani rumah tangga, akhirnya sang suami memutuskan untuk menikah lagi dengan perempuan yang lebih muda dan lebih cantik dari Mukarramah. Mulai saat itu, sang istri pertama memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Menjalani rumah tangga baru bersama istri mudanya, sang suami perlahan merasakan perlakuan yang berbeda antara istri mudanya de…

Fakta Menarik Rumah Adat Aceh, Ternyata Menyimpan Banyak Sekali keunikan dalam Sejarahnya

Rumah Aceh merupakan salah satu bangunan rumah adat peninggalan dari suku Aceh yang terdahulu. Rumah Aceh dalam bahasa Aceh disebut dengan Rumoh Aceh. Jika ditelaah lebih lanjut terdapat banyak sekali keunikan dan nilai budaya dari bangunan ini yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh. TIMES.ID – Dililihat dari segi sejarahnya, Rumoh Aceh memiliki makna jika dilihat dari desain arsitektur rumah tersebut. Menurut kepercayaan suku Aceh zaman dulu, Rumah Aceh ini bukan Cuma digunakan sebagai hunian belaka, melainkan tersisip makna syukur dari masyarakat Aceh akan rezeki pemberian dari Tuhan. Rumah Aceh dibangun dari kayu ini merupakan wujud kepercayaan masyarakat Aceh akan kekayaan alam yang melimpah pemberian Tuhan semesta alam.Walaupun bentuk asli Rumah Aceh ini berubah seiring dengan perjalanan waktu, perkembangan tersebut tidak sampai mengubah bentuk asli dari bangunan dan pondasi Rumah Aceh ini. Rumah Aceh ini juga sering disebut dengan Rumah Panggung di beberapa daer…

Sejarah Pramuka Dunia Hingga Hadirnya Pramuka di Indonesia

Pramuka adalah sebuah organisasi kepanduan yang berasal dari Inggris dan telah tersebar di seluruh dunia. Di dalam dunia internasional, Pramuka disebut dengan istilah Kepanduan (Boy Scout). Pramuka pertama kali didirikan pada tahun 1907 oleh Robert Baden-Powell, seorang jenderal Angkatan Darat Inggris yang terkenal karena perannya dalam Pengepungan Mafeking semasa Perang Boer. Baden-Powell menciptakan pramuka sebagai cara untuk mengajarkan anak laki-laki kepribadian, kemandirian, sikap, dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup di alam terbuka. Selama bertahun-tahun, pramuka telah berkembang menjadi organisasi yang terdiri dari anggota laki-laki dan perempuan, dan telah tersedia di seluruh dunia. Pramuka dianggap sebagai salah satu organisasi kepanduan terbesar di dunia, dengan lebih dari 50 juta anggota yang tersebar di seluruh dunia. Pramuka mengajarkan keterampilan kepemimpinan, kemandirian, dan keberanian kepada anggotanya melalui berbagai kegiatan yang dilakukan di alam terbuka, …

Banyak yang Belum Tahu, Ternyata Fatmawati Jahit Bendera Merah Putih Pertama atas Bantuan Seorang Perwira Jepang

Hari ini, bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2022, bangsa Indonesia akan memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan yang ke-77. Perayaan ini selalu disambut dengan penuh suka cita oleh masyarakat Indonesia. Karena, momen sejarah inilah yang telah melepaskan rakyat Indonesia dari cengkraman para penjajah yang berlangsung ratusan tahun lamanya. JAKARTA - Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan pada setiap peringatan hari kemerdekaan adalah Upacara bendera. Khusus di Istana Negara, upacara ini ditandai dengan menaikkan bendera Sang Saka Merah Putih. Dalam runutan sejarah, bendera Sang Saka Merah Putih merupakan bendera yang dikibarkan pertama kali saat Proklamasi Indonesia. Bendera ini dijahit sendiri oleh Fatmawati, istri ketiga dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Dalam proses penjahitan bendera bersejarah tersebut, awalnya Fatmawati merasa kesulitan, lantaran susahnya mendapatkan kain yang bisa dijahit untuk menjadikan bendera. Dikutip dari buku The Uncensored of Bung Karno…