Pilkada dan Seni Bertahan Hidup Partai Politik
Perdebatan mengenai wacana Pilkada dipilih oleh DPR/DPRD kembali menegaskan satu realitas lama dalam politik Indonesia: demokrasi kerap dibicarakan sebagai prinsip, tetapi dijalankan sebagai strategi. Data sikap partai menunjukkan bahwa dukung atau tolak tidak sepenuhnya lahir dari keyakinan ideologis, melainkan dari kalkulasi posisi kekuasaan, kepentingan jangka panjang, dan kebutuhan bertahan hidup politik. Dalam praktik politik nasional, perubahan sikap jarang diumumkan sebagai perubahan, ia cukup disebut penyesuaian. Secara faktual, Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PAN, dan Partai Demokrat menyatakan mendukung atau setidaknya terbuka terhadap mekanisme Pilkada melalui DPR/DPRD. Alasan yang dikemukakan relatif seragam: efisiensi anggaran, stabilitas politik daerah, serta evaluasi atas Pilkada langsung yang dinilai mahal dan rawan konflik. Bahasa yang terdengar teknokratis ini menjadi ciri khas partai-partai yang berada di poros koalisi kekuasaan, di mana stabilitas pemerintahan diposi…