Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Bangkitkan Ekonomi Aceh, PEMA dan PGN Teken MoU, Kebut Hilirisasi Gas Mubadala

Hilirisasi ini diharapkan mampu memberikan multiplier effect, termasuk penyerapan tenaga kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.

PT Pembangunan Aceh (Perseroda) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mengoptimalkan potensi gas bumi di wilayah Aceh. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kajian Bersama Pemanfaatan Pasokan Gas di Muraya Hotel, Banda Aceh, Senin (19/1).

PT Pembangunan Aceh (Perseroda) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan MoU pemanfaatan gas bumi di Banda Aceh, Senin (19/1/2026). Foto: PEMA

BANDA ACEH — Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi landasan kuat bagi pengembangan industri hilir berbasis gas bumi, termasuk pemetaan kebutuhan infrastruktur dan identifikasi potensi industri yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah Aceh. Direktur Pengembangan Bisnis PEMA, Naufal Natsir Mahmud, mengungkapkan bahwa ruang lingkup kajian mencakup evaluasi potensi pasokan saat ini hingga proyeksi masa depan, termasuk pemanfaatan Blok Mubadala.

“Dalam upaya untuk membangkitkan roda ekonomi Aceh, dibutuhkan energi yang stabil. PEMA menyadari pentingnya mitra strategis seperti PGN untuk bersama-sama membangun ekosistem gas bumi yang menyeluruh di Aceh," ujar Naufal usai prosesi penandatanganan.

Terkait investasi, PEMA akan melakukan studi mendalam untuk menyusun tahapan pengembangan yang terukur (tier), mulai dari rencana jangka pendek hingga jangka panjang. Hilirisasi ini diharapkan mampu memberikan multiplier effect, termasuk penyerapan tenaga kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh dengan memprioritaskan keterlibatan SDM lokal.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, memandang Aceh sebagai titik vital (key point) untuk ketahanan energi nasional. PGN akan berfokus pada optimalisasi infrastruktur yang menghubungkan sumber pasokan dengan titik permintaan (demand), khususnya di Lhokseumawe dan Aceh Besar.

"PGN melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi pasokan gas, kebutuhan pengembangan infrastruktur, serta potensi demand yang akan dilayani," jelas Mirza.

Mirza menambahkan bahwa kajian teknis akan menentukan jalur distribusi gas, baik melalui jaringan pipa maupun konversi wujud seperti CNG dan LNG. Ia menegaskan agar realisasi dapat dilakukan lebih cepat agar aspek keekonomian terkonfirmasi dan pembangunan segera berjalan.

Sinergi ini diharapkan meningkatkan daya saing kawasan industri serta menarik minat investor global. Selain gas, PEMA di bawah arahan Direktur Utama Mawardi Nur juga mematangkan ekspansi bisnis di sektor kopi, nilam, hingga pengelolaan cangkang sawit dan kelapa sejak tahun 2025.