Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Mayat Pria 37 Tahun Ditemukan Terapung di Sungai Babahrot

Penemuan jasad Insafuddiin di aliran sungai Babahrot menggegerkan warga, polisi masih selidiki penyebab kematian korban.

Warga Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang terapung di daerah aliran sungai (DAS) Babahrot, Kamis pagi (12/2/2026). Peristiwa itu sontak membuat geger masyarakat sekitar.

Penemuan mayat laki-laki terapung di DAS Babahrot, Abdya. Foto: Ist

BABAHROT – Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak ke sungai pada pagi hari. Awalnya, saksi tidak menyadari bahwa benda yang dilihatnya adalah tubuh manusia. Namun setelah didekati, ia terkejut karena ternyata sosok tersebut adalah mayat yang mengapung di aliran sungai.

Penemuan itu segera dilaporkan kepada warga lain dan diteruskan ke pihak kepolisian. Tidak lama berselang, personel dari Polsek Babahrot tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto SH SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Wahyudi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia memastikan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki.

"Setelah kita olah TKP, diketahui mayat yang ditemukan warga itu berjenis kelamin laki-laki," kata Wahyudi, Kamis (12/2/2026).

Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban diketahui bernama Insafuddiin (37), warga Gampong Pante Cermin, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya.

"Mayat ini awalnya ditemukan oleh warga bernama Suhaimi (55) warga Pante Rakyat, Kecamatan Babahrot, pada Kamis pagi ini sekitar pukul 06.40 WIB," jelasnya.

Wahyudi menerangkan, saat kejadian saksi Suhaimi hendak membuang hajat di sungai Babahrot. Saat berada di tepi sungai, ia melihat sesosok tubuh dalam kondisi terapung mengikuti arus air. Sontak, ia terkejut dan memastikan bahwa yang dilihatnya adalah jasad manusia.

Tanpa menunggu lama, Suhaimi meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pihak kepolisian. Personel yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi jasad korban dari aliran sungai.

Selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Sejumlah keterangan saksi juga dikumpulkan untuk mendukung proses penyelidikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan belum dapat memastikan penyebab kematian korban.

"Sekarang kita sedang melakukan olah TKP. Terkait penyebab kematiannya, nanti kabari kembali," pungkas Wahyudi.

.