Tekan Harga Jelang Ramadhan, Pasar Murah Abdya Banjir Pembeli
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran mulai merangkak naik. Kondisi ini tentu membuat masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, harus lebih cermat mengatur pengeluaran dapur. Untuk menahan tekanan tersebut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah bersubsidi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
|
| Warga antre membeli bahan pokok bersubsidi di Blangpidie. Foto: Ist |
BLANG PIDIE - Program ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Sasaran utamanya adalah warga yang membutuhkan bantuan agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Kegiatan pasar murah digelar di tiga lokasi berbeda. Pada 14 Februari 2026 kegiatan berlangsung di Kantor Camat Kuala Batee. Selanjutnya 15 Februari 2026 digelar di Pasar Manggeng. Puncaknya berlangsung pada 16 Februari 2026 di Pasar Blangpidie, Jalan Haji Ilyas.
Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi pasar murah di Blangpidie. Mereka antre dengan tertib untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga subsidi yang jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar.
Pengawas lapangan pasar murah Disperindag Aceh, Muzayat, mengatakan intervensi ini difokuskan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
“Pasar murah ini untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil di tengah lonjakan kebutuhan pokok,” kata Muzayat di sela kegiatan di Blangpidie, Senin (16/2/2026).
Pemerintah Aceh menyiapkan sejumlah komoditas strategis dengan harga subsidi. Beras premium disediakan sebanyak 18 ton dengan subsidi Rp5.000 per kilogram. Gula pasir 3 ton disubsidi Rp6.000 per kilogram. Minyak goreng 3.000 liter mendapat subsidi Rp6.000 per liter, dan telur ayam 1.500 papan disubsidi Rp15.000 per papan.
Menurut Muzayat, kuota tersebut diseragamkan untuk 23 kabupaten/kota di Aceh sebagai bagian dari program stabilisasi harga pangan. Ia juga mengingatkan agar barang bersubsidi tidak dibeli untuk dijual kembali.
“Intinya jangan pedagang yang beli. Kalau untuk konsumsi keluarga, tidak apa-apa,” ujarnya.
Distribusi bahan pokok dalam pasar murah ini melibatkan Bulog Aceh sebagai penyedia barang. Sementara pelaksana teknis di lapangan ditangani panitia dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Abdya. Pemerintah Aceh bertindak sebagai pengawas agar pelaksanaan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Perwakilan Bulog Abdya, Ikbal, menjelaskan setiap titik pasar murah mendapat suplai Beraskita Premium sebanyak 6 ton, telur 500 papan, minyak goreng Bimoli Spesial 1.000 liter, serta gula pasir 1 ton.
Untuk satu paket pembelian, setiap warga bisa mendapatkan beras 10 kilogram seharga Rp110.000, minyak goreng 2 liter Rp33.000, gula pasir 2 kilogram Rp27.000, dan telur ayam 1 papan Rp38.500. Harga ini dinilai jauh lebih ringan dibanding harga pasar saat ini yang terus bergerak naik menjelang Ramadhan.
Keuchik Meudang Ara, Hendry Putra, yang ikut memantau kegiatan di Blangpidie, menilai pasar murah sangat membantu masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Aceh. Kegiatan seperti ini sangat membantu dan diharapkan bisa rutin setiap tahun,” kata Hendry.
Posting Komentar