Perusahaan Anggota AIGMI Urunan Rp 1,16 M Bantu Instalasi Gas Medik di RSUD Aceh Tamiang
Perusahaan anggota Asosiasi Instalasi Gas Medik Indonesia (AIGMI) berkolaborasi mengumpulkan donasi senilai Rp1,16 miliar. Dana ini disalurkan dalam bentuk perbaikan dan penyediaan sistem instalasi gas medik untuk RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, guna memulihkan layanan kesehatan pascabencana di wilayah tersebut.
![]() |
| Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia saat mengecek instalasi gas medik bantuan AIGMI di RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, Jumat (6/3). Foto: Ist |
ACEH TAMIANG — Bantuan fisik senilai tepatnya Rp1.162.642.570 ini mencakup penyediaan sentral kompresor gas medik, sentral vakum, perbaikan manifold oksigen dan N2O, pemulihan seluruh jaringan pipa, hingga puluhan unit flowmeter dan suction regulator.
Inisiatif kemanusiaan yang didasarkan pada pemetaan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan didukung lintas asosiasi kesehatan ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, menilai kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi profesi merupakan pilar penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional, khususnya pada fase pemulihan darurat pascabencana.
"Kami mengapresiasi kepedulian AIGMI beserta seluruh anggotanya yang telah berkontribusi dalam mendukung pemenuhan fasilitas instalasi gas medik di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang pasca bencana," ujar Rizka dalam acara penyerahan donasi, Jumat (6/3/2026).
Rizka meyakini dukungan pemenuhan fasilitas ini sangat krusial. Hal tersebut, lanjutnya, sangat membantu dalam memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat dapat kembali berjalan dengan optimal.
Ketua Umum AIGMI, Deviatri Syam, menjelaskan bahwa infrastruktur penunjang nyawa ini sangat vital untuk area kritis seperti ruang ICU, operasi, dan IGD.
"Proses pemulihan instalasi gas medik di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang sudah kami lakukan mulai dari tanggal 15 Desember 2025 dan pada hari ini sudah berfungsi dengan baik," kata Deviatri.
Direktur RSUD Muda Sedia, dr. Andika Putra, Sp.PD, menyambut baik dan memastikan fasilitas tersebut langsung memperkuat operasional rumah sakit.
"Sistem instalasi gas medik ini sangat penting untuk menunjang pelayanan medis di rumah sakit kami serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat," jelas Andika.
Dorong Standar Keselamatan
Dalam kesempatan itu, AIGMI mengimbau seluruh rumah sakit di Indonesia memperketat standar keselamatan gas medik.
Sebagai sistem penunjang hidup (life support system), instalasi ini mutlak mensyaratkan produk berizin edar, pengujian sistem yang ketat, dan pemeliharaan rutin demi mencegah risiko fatal pada pasien.
"Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama," tegas Deviatri menyoroti bnpentingnya kepatuhan regulasi.
Kegiatan pemulihan wilayah terdampak bencana ini merupakan hasil kolaborasi dari beberapa asosiasi kesehatan, diantaranya ASPAKI, GAKESLAB Indonesia, HIPELKI, ALFAKES dan GPFI.
Acara serah terima ini turut dihadiri perwakilan Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Kemenkes dan pemerintah daerah setempat. (*)

Posting Komentar