Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Gebrakan PEMA! Kopi Gayo Tembus Amerika, 19 Ton Langsung Dikirim

Ekspor perdana kopi arabika Aceh berhasil, dorong kepercayaan pasar global dan perkuat ekonomi petani lokal.

Kabar membanggakan datang dari sektor perkebunan Aceh. PT Pembangunan Aceh (PEMA) melalui anak usahanya, Sumatera Noble Coffee KSO, sukses melakukan ekspor perdana sebanyak 19 ton kopi arabika jenis Triple Pick ke Amerika Serikat pada awal April lalu.

Pekerja memuat karung kopi arabika Gayo sebelum diberangkatkan ke pasar internasional. Foto: Ist

ACEH - Pengiriman ini menjadi langkah penting dalam membuka pasar global bagi kopi Gayo, sekaligus menandai keseriusan perusahaan daerah tersebut dalam mengembangkan sektor kopi berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Mawardi Nur, PT PEMA terus memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara.

Tak berhenti di ekspor perdana, perusahaan kini tengah menyiapkan pengiriman berikutnya. Rencananya, ekspor lanjutan kembali akan dikirim ke Amerika Serikat pada awal Mei mendatang sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pasar.

Keberhasilan ini juga menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas kopi Aceh, khususnya kopi Gayo yang selama ini dikenal memiliki cita rasa khas dan unggulan.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, termasuk dukungan penuh dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian perdana bisa menembus pasar internasional di sektor trading komoditi kopi Gayo. Ini bukan hanya kerja PT PEMA semata, tetapi juga hasil dari kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim, mitra perusahaan, para petani, koperasi, serta semua pihak yang telah bekerja keras dan saling mendukung hingga ekspor ini bisa terwujud,” tutur Mawardi, Minggu (12/4).

Dalam prosesnya, PT PEMA menggandeng mitra lokal serta para petani kopi. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas dan kuantitas produksi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan industri kopi Aceh.

Mawardi menambahkan, pihaknya akan terus membangun ekosistem usaha kopi yang melibatkan banyak pihak agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Kami ingin terus melangkah bersama untuk bisa terus menjaga dan membawa kebaikan bagi ekonomi Aceh,” tambahnya.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang mendorong pengembangan potensi unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar global.

Di sisi lain, PT PEMA juga mencatat kinerja positif di pasar domestik. Perusahaan berhasil melakukan penjualan kopi ke Medan dengan total mencapai 21 ton. Capaian ini semakin memperkuat posisi PEMA dalam perdagangan kopi, baik di dalam maupun luar negeri.

Dengan semangat kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, PT PEMA optimistis sektor kopi akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang berkelanjutan.